Penulis: Siswanto, Ph.D, Juniarto Widodo, MM, dan Pudji Setyani, M.Si
Dalam memberikan pemahaman informasi iklim untuk seluruh lapisan masyarakat terutama penyuluh pertanian dan petani, diperlukan suatu langkah pemberian literasi iklim sehingga petani mampu memahami kondisi iklim yang sedang terjadi untuk aktivitas pertanian. Sehubungan hal tersebut, BMKG melaksanakan kegiatan Sekolah Lapang Iklim (SLI) sebagai upaya untuk meningkatkan pemahaman informasi iklim khususnya kepada petani dan petugas Penyuluh Pertanian Lapang (PPL). Kegiatan ini sesuai dengan Instruksi Presiden Nomor 5 Tahun 2011, yaitu Pengamanan Produksi Beras Nasional Dalam Menghadapi Kondisi Iklim Ekstrim dan 7 (tujuh) agenda pembangunan tentang “Kedaulatan Pangan“ dan program “Nawacita” tentang kemandirian ekonomi. Kegiatan SLI juga dimaksudkan sebagai langkah adaptasi terhadap iklim ekstrim dan perubahan iklim melalui peningkatan kepedulian dan pemahaman petani dan penyuluh pertanian sehingga dapat dilakukan penyesuaian strategi dan pola tanam yang tepat dengan kondisi iklim di wilayah masing-masing.
Sebagai langkah solusi, sejak tahun 2011 BMKG telah melakukan antisipasi melalui program Sekolah Lapang Iklim (SLI), dengan secara berkelanjutan memberikan Edukasi dan Literasi Iklim bagi para petani, penyuluh petani dan nelayan yang merupakan kelompok yang paling rentan terdampak. Dalam rangka pemberian literasi iklim tersebut, BMKG melaksanakan kegiatan Sekolah Lapang Iklim sebagai upaya untuk meningkatkan pemahaman informasi iklim serta meningkatkan kesadaran publik dan kesiapsiagaan masyarakat, khususnya petani dan petugas Penyuluh Pertanian Lapang (PPL), dalam beradaptasi terhadap dampak perubahan iklim. Dalam pelaksanaannya BMKG merangkul Pemerintah Daerah, stakeholder, akademisi maupun pihak swasta. BMKG merasa perlu mendokumentasikan dan menyampaikan hasil-hasil praktik baik (best practices) dalam pemanfaatan informasi iklim yang komprehensif, berbasis dampak dan koordinasi kongkrit pada level pentahelix. Kolaborasi menjadi kata kunci keberhasilan dalam mengantisipasi potensi dampak kerugian dan mengoptimalkan potensi manfaat, untuk pengguna sektoral maupun sektor publik.
Dalam pemberian layanan informasi iklim dan perubahan iklim, BMKG telah menyiapkan dan terus mengembangkan informasi iklim untuk dapat dimanfaatkan oleh stakeholder sektor pertanian, kesehatan, energi, sumber daya air dan lainnya. Informasi yang disediakan oleh BMKG memuat berbagai batasan kriteria, terminologi serta istilah teknis yang perlu dipahami oleh pengguna sehingga pemanfaatannya dapat lebih optimal. Sehubungan hal tersebut, BMKG melaksanakan kegiatan Sekolah Lapang Iklim (SLI) sebagai upaya untuk meningkatkan pemahaman informasi iklim khususnya kepada petani dan petugas Penyuluh Pertanian Lapang (PPL). Kegiatan SLI ini merupakan kegiatan Prioritas Nasional di RPJMN 2015-2019 dengan fokus untuk mengenalkan informasi iklim kepada penyuluh petani dan kelompok tani. Dan pada Renstra BMKG 2020-2024, kegiatan SLI ditingkatkan dari mengenalkan menjadi membudayakan agar petani memanfaatkan informasi iklim dalam kegiatan budidaya pertanian sehingga fokus SLI Operasional di lahan petani dengan konsep belajar sambil praktek di lahan petani.
Berikut sebaran capaian Sekolah Lapang Iklim Prioritas Nasional tahun 2025 sampai dengan bulan Desember. Berdasarkan monitoring pelaksanaan kegiatan Sekolah Lapang iklim tersebut terdapat dua jenis kegiatan SLI yaitu SLI Operasional sebanyak 2 kali dan SLI Tematik sebanyak 50 kali, dengan total peserta secara keseluruhan berjumalh 1950 orang. Sedangkan jumlah realisasi anggaran kegiatan SLI secara nasional s/d 31 Desember 2025 adalah sebesar Rp. 2.748.983.459 (98,5%). Dari sebaran peta kegiatan diatas, dapat dikatakan bahwa kegiatan SLI yang bekerjasama dengan stasiun klimatologi di setiap provinsi telah dilaksanakan secara merata meliputi seluruh kepulauan di Indonesia dengan hasil yang mengembirakan karena hamper setiap pelaksanaan kegiatannya berjalan dengan lancer dam sukses.




Berikut lampiran kegiatan Sekolah Lapang Iklim selama tahun 2025 meliputi data provinsi penyelenggaraan, nama unit kerja, lokasi, jenis kegiatan SLi dan jumlah peserta SLI.


Kesimpulan
Pelaksanaan SLI sejak 2025 sudah mencakup lebih dari 1950 peserta yang melibatkan Pejabat Pemda Tk. I / Tk. II, PPL, POPT, Babinsa, civitas akademik, kelompok tani, hingga rekan jurnalis media massa. Untuk kegiatan SLI secara keseluruhan mencakup 38 lokasi yang tersebar di seluruh propinsi di Indonesia dengan total peserta hingga 1950 orang petani. Hasil dari kegiatan SLI telah mencapai tujuan utama nya yaitu terpenuhinya jumlah peserta SLI yang dapat memahami dan memanfaatkan informasi iklim BMKG untuk mendorong keberlanjutan agrobisnis mandiri oleh petani, sebagai rujukan untuk strategi dan proses pengambilan keputusan.