Dari Pelatihan Global ke Aksi Lokal: Menguatkan Sosio entrepreneurship lewat Program IDRIP

Oleh: Rony Kasmanto, MTI Widyaiswara Ahli Madya, PPSDM MKG BMKG   Pendahuluan Indonesia adalah negara yang berada di wilayah Cincin Api Pasifik dengan risiko tinggi terhadap bencana gempa bumi dan tsunami. Kondisi geografis ini menuntut kesiapsiagaan yang tinggi, tidak hanya dalam bentuk sistem peringatan dini yang mutakhir tetapi juga kesiapan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten dan adaptif. Dalam konteks inilah, program Indonesia Disaster Resilience Initiatives Project (IDRIP) hadir sebagai bentuk konkret kolaborasi antara Pemerintah Indonesia dengan mitra internasional dalam memperkuat ketahanan bencana berbasis teknologi dan manusia. Artikel ini mengulas peran strategis Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia (PPSDM) MKG BMKG...

Sukses Story membangun Badan Layanan Umum (BLU)

(Belajar dari pengalaman kesuksesan BPSDM Perhubungan, Kementerian Perhubungan)    Penulis:  Arisman,S.Si., M.Si. (Widyaiswara Ahli Madya PPSDM MKG)    Saat ini, kebutuhan akan peningkatan fleksibilitas dalam pengelolaan keuangan di instansi pemerintah menjadi sebuah tuntutan yang tidak dapat dihindari. Dinamika pembangunan nasional yang semakin kompleks, kebutuhan layanan publik yang terus berkembang, serta tekanan untuk meningkatkan efisiensi dan akuntabilitas anggaran mendorong instansi pemerintah untuk memiliki ruang gerak yang lebih luwes dalam merencanakan, mengelola, dan merealisasikan anggaran. Fleksibilitas ini tidak hanya diperlukan untuk menjawab tantangan perubahan yang cepat, tetapi juga untuk mendorong inovasi dalam penyediaan layanan publik tanpa melanggar prinsip transparansi dan akuntabilitas. Oleh...

Implementasi Social Entrepreneurship pada Program Pelatihan Internasional PPSDM MKG

Khafid Rizki Pratama1, Ratih Prasetya2 Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG)   PENDAHULUAN Percepatan perubahan iklim dan meningkatnya intensitas bencana hidrometeorologi telah memunculkan tantangan baru dalam penguatan ketangguhan masyarakat global. Negara-negara berkembang, termasuk kawasan Asia Tenggara dan Pasifik, menghadapi keterbatasan dalam hal akses teknologi, kualitas sumber daya manusia, dan sistem peringatan dini yang andal. Untuk menjawab tantangan tersebut, pengembangan kapasitas melalui program pelatihan internasional menjadi instrumen penting dalam mendukung pengurangan risiko bencana, adaptasi perubahan iklim, dan peningkatan kualitas layanan meteorologi, klimatologi, dan geofisika (MKG). Dalam konteks ini, social entrepreneurship muncul sebagai...

Knowledge Management dan Socio-Entrepreneurship: Formula Baru Keunggulan Kompetitif Organisasi

Penulis: Yuliana Purwanti Di tengah kecanggihan era digital, serta otomatisasi dan era kecerdasan buatan yang semakin marak, peran manusia dalam layanan publik seolah terpinggirkan. Namun jika jujur melihat sekeliling rasanya harus diakui bahwa yang dibutuhkan masyarakat saat ini justru layanan yang berakar pada rasa empati, penuh kreativitas dan inovatif. Tentunya hal-hal ini hanya bisa diberikan oleh manusia yang hadir sepenuhnya dengan hati, bukan sekadar menjalankan sistem. Perkembangan Revolusi Industri 5.0. menekankan kebutuhan mendesak pada kolaborasi antara manusia dan teknologi, dengan pendekatan yang tidak saja berpusat pada manusia, serta berbasis keberlanjutan, namun juga mendorong personalisasi layanan publik. Dibutuhkan gabungan kecerdasan buatan dan...

BANJIR, ROB, DAN GENANGAN (Penyebab, Dampak, dan Upaya Penanggulangan)

Oleh : Nurhidayat Pendahuluan Banjir merupakan salah satu bencana hidrometeorologi yang sering terjadi di berbagai wilayah, terutama di negara beriklim tropis seperti Indonesia. Siapa yang tak pernah mendengar berita banjir melanda suatu wilayah, atau melihat banjir rob yang membanjiri jalan-jalan di wilayah pesisir, bahkan genangan kecil di depan rumah pun bisa mengganggu aktivitas harian. Bencana seperti banjir, rob, dan genangan mungkin sudah menjadi “langganan” tahunan bagi sebagian besar wilayah di Indonesia yang berdampak besar terhadap kehidupan manusia, baik dari segi ekonomi, sosial, maupun lingkungan. Namun demikian meskipun ketiganya berkaitan dengan air yang menggenangi daratan, masing-masing memiliki karakteristik, penyebab, dan dampak...

Cantik dan Berdaya: Kisah Nurhayati Subakat, Sosio-Entrepreneur Inspiratif

Putri Indah Lestari, S.Pd (Analis Pengembangan Kompetensi ASN Ahli Pertama) 📍Siapa Nurhayati Subakat? Di era modern ini, siapa yang tak kenal dengan sosok visioner dan inspiratif Ibu Nurhayati Subakat. Ibu Nurhayati Subakat adalah Co-Founder Paragon Technology and Innovation, rumah bagi beberapa merek kosmetik halal dan terkenal di Indonesia seperti Wardah, Make Over, Emina, dan masih banyak lagi. Berawal dari seorang entrepreneur muda, Ibu Nurhayati Subakat memulai perjalanan bisnisnya dari tahun 1955 dengan mimpi besar untuk menciptakan produk kecantikan yang berkualitas tinggi, namun tetap sesuai dengan nilai budaya masyarakat Indonesia (Aysha, n.d.). Gambar 1. Foto Ibu Nurhayati Subakat Dengan kelihaiannya, Paragon...

Mengulik Pembentukan Karakter Sociopreneur dari Tokoh Bangsa (Resensi Buku Rudy: Kisah Masa Muda Sang Visioner)

Penulis Resensi: Annisa Qurrota A’yun, S.I.Kom.   Identitas Buku (Sumber Foto: Mizanstore.com) Judul Buku : Rudy: Kisah Masa Muda Sang Visioner Pengarang : Gina S. Noer Penerbit : PT Bentang Pustaka dan THC Mandiri Tanggal Terbit : Juli 2016 (Cet. Ke-7) ISBN : 978-602-291-111-1 Tebal Halaman : 269 Halaman    Sinopsis Buku Ini adalah perjalanan Rudy menjadi B.J. Habibie. Rudy adalah kisah-kisah yang disusun dari cerita-cerita B.J. Habibie yang belum diceritakan sebelumnya. Ini adalah kisah tentang perjalanan tumbuh dewasa seorang anak laki-laki dan Indonesia yang masih belia.  Tak banyak yang tahu bahwa cita-cita membangun industri pesawat terbang untuk Indonesia justru...

The Pain of Paying

Mengapa Mengeluarkan Uang Bisa Terasa Menyakitkan? Oleh : Deni Saiful Secara tidak sengaja saya melihat Tik Tok Rhenald Kasali yang bercerita tentang pengalamannya saat bepergian disuatu tempat wisata dan akan berbelanja dengan membayar pakai uang cash. Saat akan membayar dan menghitung uangnya tiba-tiba ada rasa “pain”  atau nyeri, sakit juga ya katanya, capek menghitung uangnya, kemudian sakit mengeluarkannya. Hal inilah yang disebut dengan “The Pain of Paying” dan ini tidak terasa kalau kita membayar menggunakan uang non cash, misalnya pakai QRIS, Kartu Kredit, E-Money dan lain-lain, karena tinggal klik, ketik, gesek dan segala sudah beres tidak ada rasa the pain...

Kajian Corporate Entrepreneurship

Bukan Hanya untuk Swasta: Kajian Corporate Entrepreneurship dapat diimplementasikan di Lingkungan BMKG Dr. Achmad Supandi, S.Kom, MMSI (Ketua Tim BMKG Corpu & Knowledge Management) Arlif Nabilatur Rosyidah (Widyaiswara Ahli Pertama)   Pendahuluan Konsep corporate entrepreneurship (CE) selama ini lebih dikenal di sektor swasta sebagai pendekatan untuk mendorong inovasi, adaptasi, dan pengambilan risiko dalam rangka mencapai keunggulan kompetitif. Namun, esensi CE—yaitu semangat kewirausahaan dalam organisasi—sangat relevan diterapkan di sektor publik, termasuk di BMKG. Dalam menghadapi tuntutan layanan yang presisi, cepat, dan berbasis data lintas sektor seperti pertanian, penerbangan, dan kebencanaan, CE dapat menjadi pendekatan strategis untuk mempercepat transformasi kelembagaan. CE memungkinkan...

Pejabat Fungsional Keuangan: Penjaga Akuntabilitas dan Katalis Sosial dalam Semangat Socioentrepreneurship

Ika Nurmalasari Di tengah dinamika tuntutan publik akan birokrasi yang tidak hanya bersih namun juga berdampak, peran Pejabat Fungsional Keuangan (PFK) mengalami pergeseran makna yang signifikan. Lebih dari sekadar penjaga buku besar anggaran negara, Pejabat Fungsional Keuangan kini berada di garda terdepan sebagai penjaga akuntabilitas sekaligus katalisator sosial yang beroperasi dalam semangat socioentrepreneurship. Transformasi ini menempatkan mereka sebagai elemen krusial dalam memastikan keuangan negara tidak hanya dipertanggungjawabkan secara prosedural, tetapi juga mampu menghasilkan dampak sosial yang nyata dan berkelanjutan. Pejabat Fungsional Keuangan (PFK) tidak lagi cukup hanya “benar secara administrasi.” Mereka dituntut bermakna secara sosial. PPSDM MKG, sebagai lokus pengembangan...